myspace

Monday, January 15, 2007

Akhirnya

Ketakutanku berujung

bunga itu layu
bunga itu pergi
bunga itu hilang

menjejalinya dengan sedikit demi sedikit kesedihan
berakhir dengan hadirnya sebuah prahara,
menerpaku dengan terjangan seribu tombak bermata trisula

sepi kini datang menyulam hatiku
menghiasinya dengan lantunan - lantunan gumaman rindu
gundah telah hadir menancapkan ribuan sembilu
menapakinya dengan jejakan - jejakan semu....

selamat jalan sayang....tangisku untukmu
kejar impian mu.......meski disini ku selalu mengharapmu
temukan arjunamu......andaikan itu aku
raih dia.......semampu tangan meraih asa dan mimpi
dan kasihi dengan sepenuh raga mengenggam asa

biarkan aku di sini.....
menjalani semua sepi di balik tembok retak dinding putih
biarkan aku mati....
menggigil dalam sepi berujung mimpi
biarkan aku kaku....
membiru dalam dekapan pilu
biarkan aku bisu......
membekap hati untuk tak lagi mencintai semu

aku sendiri...dan sendiri...

Kenapa ?

Hati ini ku bawa lari,
hati ini kubawa berjalan,
hati ini kubawa merangkak,
menebarkan sejuta kebusukan,
memburamkan segala cinta,

aku tak berdiri di antara kaki kaki kokoh sang waktu,
aku mengangkangi angkara,
menebarkannya keseluruh penjuru kebencian....
berharap akan datangnya sebuah kedengkian yg amat menyedihkan...

Aku terserak di antara sampah perasaaan yg di tebar oleh jiwa pemuja dendam,
sekeping pun tak kutemui sebuah rasa yg membuat hatiku tenang,
untuk melalui segala rasa dengki dalam hati ini...

aku tenggelam, tertanam dalam napsu,
aku menjelma menjadi sebuah kebencian yg menusuk jantung kelam dalam fana...

itu aku itu aku...
datang tersakiti..
pergi dengan tangis darah meleleh di sela jemari...

cari aku di sela sembunyi,
temukan aku dengan segala benci,

tak ada ma'af terucap...
tak ada cinta tersumpah....
aku kembali sendiri menimati kelamnya malam berlapis jelaga....

pergi!!!!! dan pergi !!!! jangan lagi datang di sela bahagia yg telah menghunjam kesepian ku.....

aku kembali sendiri
aku kembali sendiri
aku kembali sendiri
aku kembali sendiri terasing dan tersudut

Aku JAtuh Cinta

aku datang dengan hati.....
sebesar cemara di pagi hari,
seteguh gunung menjunjung langit....
ku biarkan me- liar, ku biarkan mem binal,

senyum tersungging kala tanya malampauiku...
yg seharusnya bukan milikmu tapi milikku...
menjalaninya dengan pasrah tanpa berharap sesuatu apa...
membiarkannya tanpa ingin mencegah...
desahan nafas selalu mendera, tangis manis selalu terberai....
keindahan itu telah kunikmati..
dan selalu ingin ku nikmati...
jangan pernah terhenti untuk mencintai dan di cintai...
sebab aku pun akan berlaku yang sama......
selalu berharap dan selalu mengharap hadirmu esok
bersama datangnya sinar hangat sang mentari...

Sombong Itu.........

manusia tak sempurna...
mengangkang membelakangi dunia...
beringsut menjamah jiwa,
tapakan jejak tangan kaki menjengkal diri di setiap butiran pasir kelabu,
hatinya gundah menatap kosong,
asanya terhenti di tepi jurang,
ada sebuah jiwa hampa disana,
menghampiri kala sepi mencumbuinyad

dua purnama sudah dia hitung dengan guratan garis tangan,
rasa itu bersemayam dalam di relung batinnya,

tak berangsur menjauh,
tak berlari pergi,
namun menempel erat, penggengam kuat, semakin menjadi dan berapi.

tak ada batasan mau pun ujung,
alirannya tak berakhir.......
entah sampai kapan, bahkan dewa pun tak tau, dan seolah membiarkannya begitu...
dia hanya bisa menjalani....
menjalani dengan derai air tawa dan tetes embun mata.......

Ku Terasing

Secepat itu aku berubah,
hijauku layu,
merahku memudar,
hitamku mengabu,
sendaku sedihku, tawaku tangisku....
perubahan ini cepat, sebuah proses panjang menuju sebuah bahagia,
tak bisa kupungkiri...

semua menyingkir
semua menjauh
semua mengucilkan
semua mengasingkan

ketersudutanku ini membuah benci,
menuai marah, logika tak lagi di pijak,
semua berubah darah...
memerah meradang dan merejam, aku tak peduli lagi,
aku tak henti mengutuknya,
merutuknya,
menyumpahnya dengan sejuta cacian tersaji dalam piring dendam

aku pasrah, menerima senja, hampiri dalam malam pekat bertabur duri,
di beranda aku mengangkang, di teras aku berkacak pinggang..

kenapa aku marah
kenapa aku membenci
kenapa aku menyumpah

siapa yag buat aku marah ?
siapa yg buat aku membenci ?
siapa yang buat aku menyumpah ?...

jawabannya aku sendiri.....

Monday, May 15, 2006

For Da Hui Mania'





Dahui link
Jangan bilang gaul klo belum punya ini product, Quicksilver..Billabong..Volcom...lah udah basi..itu mah..apalagi Spyderbilt ha..ha..ha.. hari gini...nggak gaul gitu loch, ya udah gitu ajah..yg namanya fanatisme itu ng da salahnya tapi mbok ya inget jaman..sekarang jamannya jaman free choice ng usah ngikut temen metamorfosa lah biar ng di anggep plagiat........check dulu baru comment terima kritik pedas sekalipun..paling - paling gw delete wakakakakaka

Friday, May 05, 2006

Mikirin apa sih ?



Memikir sesuatu yg belum tentu aku pikirkan...?
melihat sesuatu yg mungkin tak pernah tergambar

mengerti sesuatu tanpa harus memahaminya
Mema'afkan seseorang tanpa harus mengungkapkannya

tak pernah berfikir, tak pernah melihat, tak penah mengerti tak pernah mema'fkan...

hah... kemunafikan itu seakan mencabikku lagi
aku telah jadi sosok skeptis, meronta dalam gelap
membayangkan, melamunkan, mengharapkan, kembalinya
sosok hitam dalam benakku..tiiiiiidaaaaak

aku musti berpaling aku musti menghindar, entah apa upayaku, aku harus melakukannya

aku tak mau bermimpi buruk
aku tak mau bermimpi buruk
aku tak mau bermimpi buruk
aku tak mau bermimpi buruk
lagi................................................

entah sampai kapan aku ng tahu...dan mungkin ng akan pernah ingin tahu

Powered By Blogger